Bidadari Bidadari Surga

Bidadari Bidadari Surga : Tere Liye

Judul      : BIDADARI-BIDADARI SURGA

Penulis   : TERE LIYE

Sebuah novel yang mengguncang nurani. Menyadarkan kita pada sebuah kecantikan yang hakiki. Bukan paras yang cantik ataupun tinggi yang semampai, tapi kecantikan hati yang terungkap dengan pengorbanan dan keikhlasan.

Bidadari-bidadari surga. Sesuai dengan judulnya. Novel ini menceritakan tentang seorang wanita calon bidadari surga. Sesuai janji Allah, mereka yang memiliki hati yang  mulia, seburuk apapun parasnya di dunia kelak akan menjadi bidadari yang menyejukkkan di akhirat.

Laisa namanya. Tere Liye menggambarkan tokoh utamanya sebagai seorang perempuan yang serba berkecukupan bahkan mungkin agak kurang. Tubuhnya yang kerdil dan agak lebar, wajahnya yang dihiasi dengan hidung yang bulat dan pesek, didukung oleh kulitnya yang cenderung agak gelap. Sudah tentu menurut mata laki-laki manapun, perempuan ini tidak enak dipandang. Tapi lihatlah hal apa yang diperbuatnya untuk mengubah dunia.

Dikisahkan Laisa tinggal di Lembah Lahambay bersama Mak Lainuri dan 4 saudaranya : Dalimunte, Wibisana, Ikanuri dan Yashinta. Menjadi seorang sulung  yang berasal dari keluarga yang tidak mampu adalah sebuah cobaan yang sangat luar biasa bagi Laisa. Belum lagi ternyata keempat adiknya adalah anak dari ayah dan ibu yang berbeda. Kehidupan mereka yang sangat sederhana menjadi alasan Laisa berkorban berhenti sekolah dan memberikan kesempatan tersebut kepada Dalimunte, Wibisana, Ikanuri dan Yashinta. Laisa mengantarkan mereka ke sekolah pada pagi hari dan membantu ibu di ladang adalah pekerjaan sehari-harinya. Melihat mereka tumbuh dalam kehidupan yang prihatin, membuat Laisa semakin bekerja keras untuk sekolah mereka. Tekad kuat dalam hatinya adalah agar keempat adiknya sukses dan mengembangkan pengetahuan mereka di Lembah tercintanya adalah mereka harus sekolah. Sebuah cita-cita yang luhur dan diiringi dengan keikhlasan pengorbanan.

Tere Liye berhasil menggambarkan Mak Lainuri sebagai wanita yang sangat tegar pasca peninggalan suaminya saat sedang mencari ikan di laut. Kesabarannya yang luar biasa menghadapi tingkah laku putra-putrinya membuat dia patut untuk diacungi jempol sebagai seorang Ibu yang luar biasa. Ketabahannya juga diuji dengan keberadaan Laisa yang memang bukan anak kandungnya, tetapi justru Laisa-lah yang selalu memberikan kekuatan moral terhadapnya. Mereka begitu dekat, bahkan hanya Mak Lainuri yang mengetahui penyakit yang diidap oleh Laisa selama ini.

Dalimunte adalah sosok laki-laki yang sempurna. Sebagai seorang anak laki-laki tertua di keluarganya, Dalimunte memiliki tanggung jawab yang cukup besar kepada adik-adiknya dan ia sangat peduli terhadap Laisa meski ia tahu Laisa bukan kakak kandungnya, ia tidak peduli. Baginya Laisa adalah kakaknya yang tersayang. Dan akhirnya ia tumbuh menjadi seorang professor yang termasyhur di kemudian hari. Itu semua jasa Laisa, yang selalu yakin terhadap kemamupuan adiknya yang satu ini.

Selanjutnya adalah Ikanuri dan Wibisana. Mereka memiliki karakter yang berbeda dengan Dalimunte. Mereka digambarkan sebagai anak yang nakal, malas ke sekolah dan selalu dimarahi oleh Laisa dan Mak Lainuri. Karena seringnya ditegur oleh Laisa, Ikanuri sering menghina kakaknya. Kakaknya memiliki tubuh yang pendek, tidak cantik hingga tidak mengakui Laisa sebagai kakak mereka. Walaupun  Wibisana tidak ikut mengejek, tapi mereka memilki anggapan yang sama terhadap kakaknya. Namun kejadian ini hanya terjadi di masa kanak-kanaknya. Setelah mereka beranjak dewasa, mereka sangat menyayangi Laisa lebih dari siapapun. Karena mereka menydari bahwa kesuksesannya berasal dari kerja keras dan pengorbanan Laisa.

Yang terakhir adalah Yashinta, adik bungsu Laisa. Yashinta digambarkan sebagai anak perempuan yang memiliki semangat luar biasa. Situasi kanak-kanak sengat terasa, dengan adanya karakter yang kuat dari tokoh ini. Yashinta selalu ceria. Segala hal yang menurutnya menarik diungkapkan dengan sempurna pada setiap kalimat milik Tere Liye. Ia memiliki cita-cita untuk melihat berang-berang. Dan akhirnya ia bisa melihatnya saat bersama Laisa. Itu adalah kebahagiaan baginya, senyumnya mengembang indah. Yashinta bercita-cita untuk sekolah setinggi-tingginya, Ia ingin menjadi dokter. Dan Laisa betul-betul berjuang untuk mewujudkan cita-cita adik kesayangannya itu.

Alur dari novel ini sangat rapih. Meskipun ada beberapa waktu yang mengulang ke masa lalu, Tere Liye berhasil mengemasnya dengan baik sehingga cerita masa lalu tersebut terekam sebagai memori di masa sekarang. Setting tempat yang digambarkannya dapat diimajinasikan dengan baik. Terlihat dari beberapa adegan yang menceritakan pemandangan di sekitar Lembah Lahambay, dipenuhi kebun strawberry dan penuh dengan nuansa yang hijau.

Itulah novel bidadari-bidadari Surga, menggugah hati dan sarat dengan nilai-nilai yang luar biasa bagi kehidupan. Bahwa kecantikan yang hakiki adalah kecantikan iman. Segala hal yang tidak mungkin dapat menjadi mungkin. Dengan cinta, pengorbanan dan keikhlasan terhadap Illahi Yang Maha Tinggi.

Recommended Book : Untuk para wanita luar biasa…

 

sumber gambar: internet