nothing to lose = (berharap) nothing, tulus

berawal dari obrolan warung kopi, bersama kawan-kawan seperjuangan.

ada yang menggelitik ketika pembicaraan sampai pada kalimat ini. perdebatan yang (mungkin) tidak penting, bagaimana menulis kata ini dengan baik dan benar: nothing to loose, nothing to lose, atau nothing to lost? apapun saat itu, tapi kami bersepakat bahwa artinya adalah tulus, ikhlas.

lalu ada sebuah kalimat, dari seorang sahabat, “sikap yang harus kita miliki dalam mengerjakan tugas ini adalah: legowo dan nothing to lose

menurut kamus bahasa jawa, legowo atau dalam bahasa krama nya legawa, adalah  ikhlas, rela, menerima, pasrah, berjiwa besar.

kata ini seringkali saya dengar di kancah berita perpolitikan indonesia, “partai yang kalah itu harus legowo, jangan cari segala macam cara untuk menang” atau di dunia infotainment keartisan “ya..legowo aja deh, mungkin bukan rejeki saya buat main di film itu”

sedangakan nothing to lose, dalam definisi secara harfiah adalah nothing: tidak ada apa-apa, lose: kalah, hilang, kehilangan. Maka secara maknawiyah dapat digabungkan yang artinya tidak apa-apa jika kalah.

kata ini juga sering saya dengar di arena pertandingan sepak bola, salah satunya seperti yang diungkapkan oleh Robert Alberts, pelatih baru PSM tahun 2010: “Kami masih mengukur kekuatan sendiri. Jadi kita nothing to lose di turnamen ini.”

kurang lebih definisi dari kalimat-kalimat diatas sama dengan definisi yang saya sebutkan sebelumnya, silakan anda pasangkan sesuai padanan kata yang tepat.

lalu ada apa dengan legowo? kenapa semua orang seolah berlomba-lomba menggunakan kata itu?
sehebat apakah nothing to lose sehingga ia pantas untuk diperdebatkan?

menurut saya, berdasarkan referensi di atas, kedua frasa ini memiliki definisi yang (dipaksakan) sama. intinya adalah bagaimana kita bisa tulus, ikhlas, menemui apapun yang dihadapakan, tidak meminta pujian apalagi balasan, serta berlapang dada dan berjiwa besar terhadap resiko yang didapatkan. memang mengaplikasikannya tidak semudah seperti mengatakannya, atau bahkan menuliskannya. banyak sekali halangan dan rintangan yang menghadang ketika berusaha untuk menerapakan ‘dua frase luar biasa’ tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti di dalam film  kiamat sudah dekat yang yang disutradarai oleh Deddy Mizwar. Saat itu Andre Stinky berperan sebagai seorang laki-laki yang sangat mencintai wanita pujannya yang dimainkan oleh Zaskia Adya Mecca, namun ternyata tidak disetujui oleh ayahnya (Deddy Mizwar). Andre akan disetujui jika dapat memenuhi persyaratan yang salah satunya adalah diminta untuk mempelajari Ilmu ikhlas, yang pada akhirnya Andre harus ikhlas (legowo) jika ternyata Deddy tetap tidak menyetujui hubungannya dengan Zaskia. Tapi ia tetap tulus berjuang (nothing to lose) demi mendapatkan apa yang diinginkannya.

lalu kenapa luar biasa?
karena fitrahnya manusia ternyata memiliki karakter yang berlawanan dengan definisi-definisi yang sudah disebutkan diatas. tidak mudah untuk melakukan hal seperti yang dilakukan oleh Andre dalam film itu. beruntungnya, sebelum ia mempelajari ilmu ikhlas itu, ia tidak pernah tau apakah ayahnya menerima perjuangannya, atau bahkan menolaknya. Jika ia sudah tau bahwa ternyata ia akan ditolak, mungkin ia akan berpikir untuk tidak melaksanakan perintah sang ayah. tapi ternyata bukan itu hikmahnya. semua terletak pada perjuangannya, dimana Andre berkorban jiwa dan raga untuk sesuatu yang diyakininya tanpa berharap hasilnya seperti apa. ia tulus berjuang, ikhlas berbuat, apapun hasilnya, nothing to lose. lalu legowo.

There’s nothing to lose
When no one knows your name
There’s nothing to gain
But the days don’t seem to change
There’s nothing to lose
My notebook will explain
(Billy Talent-Nothing to Lose)

Berikut ini ada beberapa karakteristik mereka yang sudah berada dalam posisi ‘pemilik ikhlas tingkat tinggi’ yang saya sarikan dari blog tetangga. Aslinya silakan lihat disini.

1. keikhlasan hadir bila Anda takut akan popularitas.
Jika Allah mewajibkan shaum di bulan ramadhan untuk menahan hawa nafsu dari lapar dan haus, mungkin ilmu ikhlas ini adalah kewajiban yang juga Allah sarankan untuk menahan diri dari keinginan untuk mendapatkan popularitas. tidak sedikit orang yang berusaha mati-matian untuk mengejar popularitas, ya mungkin mirip politik pencitraan yang belakangan ini marak digaungkan oleh para pejabat tingkat eselon sekian. tidak ada salahnya memang menjadi orang terkenal dan dikenali banyak orang karena mereka mengetahui apa yang kita lakukan dengan informasi yang sengaja didendangkan, hanya saja terkadang kelihatannya lebih menyenangkan hidup dalam kesunyian tanpa popularitas berlebihan, jikapun banyak yang mengetahui amalan yang kita lakukan, itu adalah karena manfaatnya yang dirasakan, bukan karena diberitakan. Sehingga jika suatu saat nanti aib yang kita sembunyikan rapat-rapat itu terdengar keluar, mereka akan memaklumi karena kita hanyalah manusia biasa yang juga banyak dosa.

2. ikhlas ada saat Anda mengakui bahwa diri Anda punya banyak kekurangan.
tidak ada yang sempurna di dunia ini. apalagi manusia yang selalu memiliki dua sisi yang berlawanan layaknya koin logam. ketika kita menyadari bahwa kita memiliki banyak kekurangan, maka kita akan selalu merasa belum maksimal dalam mengerjakan sesuatu, sehingga akan selalu berusaha memperbaikinya. kita akan merasa cemas, kalau-kalau apa yang kita lakukan tidak mendapatkan keridhaan dari Sang Pemilik Kewenangan. Ibarat pepatah, diatas langit masih ada langit, maka tidak ada salahnya kita mengakui bahwa posisi kita mungkin masih berada di langit tingkat 1, yang tidak pernah kita ketahui berapa jumlah tingkat langit diatasnya.

3. keikhlasan hadir ketika Anda lebih cenderung untuk menyembunyikan amal kebajikan.
orang yang tulus adalah orang yang tidak ingin amal perbuatannya diketahui orang lain. Ibarat pohon, mereka lebih senang menjadi akar yang tertutup tanah tapi menghidupi keseluruhan pohon. Ibarat rumah, mereka pondasi yang berkalang tanah namun menopang keseluruhan bangunan. memang secara kasat mata tidak akan terlihat. tapi sudah pasti jika keberadaannya tidak ada, rumah tersebut tentu tidak akan dapat dibangun dengan baik. tak perlu khawatir untuk berbuat baik meski tidak ada yang tau, niscaya akan mendapatkan ganjaran yang setimpal.

Maka barang siapa mengerjakan kebaikan sebesar bijizarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. >QS. Al-Zalzalah:7

4. ikhlas ada saat Anda tak masalah ditempatkan sebagai pemimpin atau prajurit.
dimanapun posisi kita, jabatan kita, lakukanlah yang terbaik seperti yang seharusnya dilakukan. mentang-mentang hanya jadi bawahan, bekerjanya lelet dan malas-malasan. tapi jika jadi pemimpin, berubah drastis menjadi semangat dan berenergi. Seperti hadits Rasulullah saw.:

“Beruntunglah seorang hamba yang memegang tali kendali kudanya di jalan Allah sementara kepala dan tumitnya berdebu. Apabila ia bertugas menjaga benteng pertahanan, ia benar-benar menjaganya. Dan jika ia bertugas sebagai pemberi minuman, ia benar-benar melaksanakannya.”

Itulah yang terjadi pada diri Khalid bin Walid saat Khalifah Umar bin Khaththab memberhentikannya dari jabatan panglima perang. Khalid tidak kecewa apalagi sakit hati. Sebab, ia berjuang bukan untuk Umar, bukan pula untuk komandan barunya Abu Ubaidah. Khalid berjuang untuk mendapat ridha Allah swt.

5. keikhlasan ada ketika Anda mengutamakan keridhaan Allah daripada keridhaan manusia.
tidak sedikit manusia hidup di bawah bayang-bayang orang lain, sehingga seringkali kita melakukan sesuatu karena alasan seseorang. alangkah indahnya hidup ini jika kita memang nelakukan sesuatu bukan karena siapapun atau apapun, tetapi karena kita benar-benar ingin melakukannya. sehingga jika ada orang disekitar yang tidak setuju dengan tindakan kita, kita tidak akan terlalu  mengmbil pusing, take it easy, boleh dijadikan masukan tetapi tidak untuk pengambilan keputusan. karena niat kita adalah karenaNya.

6.  ikhlas ada saat Anda cinta dan marah karena Allah.
Adalah ikhlas saat kita menyatakan cinta dan benci, memberi atau menolak, ridha dan marah kepada seseorang atau sesuatu karena kecintaan Anda kepada Allah dan keinginan membela agamaNya, bukan untuk kepentingan pribadi. Mungkin inilah yang dimaksudkan dengan pepatah, bencilah pada perbuatannya, jangan pada orangnya, sehingga kita akan lebih objektif untuk menilai sesuatu. Yuk, mari kita memulai untuk mencintai dan membenci karenaNya.

7. keikhlasan hadir saat Anda sabar terhadap panjangnya jalan.
Seringkali kita merasa apa yang kita perjuangkan tidak meberikan hasil yang menyenangkan, bahkan seperti sia-sia. Namun ikhlas adalah ketika kita mampu bersabar untuk menunggu hasil dari perjuangan tersebut. sepanjang apapun jalannya, selama apapun waktunya.

Seperti Umar bin Khaththab yang berkata, “Jika ada seribu mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada seratus mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada sepuluh mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada satu mujahid berjuang di medan juang, itulah aku!

8.  ikhlas ada saat Anda merasa gembira jika kawan Anda memiliki kelebihan.
saya teringat dengan seorang bapak yang luar biasa, Bapak Hillon I. Goa penulis buku SOBAT (Semua Orang Bisa Hebat) yang mengajarkan saya (dan teman-teman se-angkatan pada perjumpaan pertama kami di universitas) tentang SMOS–> Susah Melihat Orang Senang dan Senang Melihat Orang Susah. Seharusnya karakter yang kita miliki adalah Senang Melihat Orang Senang dan Susah Melihat Orang Susah, bukan vice versa. Ikhlas inilah yang mungkin ingin beliau sampaikan pada kami, bagaimana kami harus punya jiwa besar untuk mengapresiasi kelebihan orang lain dan tidak merasa iri hati karenanya. tentu itu bukanlah hal yang mudah. tapi dengan meyakini bahwa setiap orang punya kelebihan masing masing, maka hal tersebut dapat diminimalisir dengan baik.

“because everyone looks gorgeous in their own way”

Mari kita belajar legowo dan nothing to lose.
Bukan untuk siapapun, semata-mata hanya untuk membuat hidup lebih bahagia dan bermakna.