goresan tangan yang tak terucap

Bismillahirrahmanirrahiim,,

Assalamu’alaikm warrahmatullah wabarakatuh. Semoga kedamaian dilimpahkan kepadamu diiringi dengan Rahmat dari ALLAH SWT dan juga Barakah dari Allah untukmu, doa nan indah yg tak thitung qta latunkan distiap ksempatan ptemuan qta.

Rasa syukur yg tak thingga kpadaMu Allahurabbi, atas sgala nikmat serta anugerah yg tak hentinya kau limpahkan, tanpa tkecuali saudariku yg tlah kau takdirkan untuk menjadi bagian dalam warna kehidupanku.

Tak lupa lantunan shalawat atas baginda nabi, utusan yg paling Kau kasihi, Muhammad SAW, yg telah bjuang brsama keluarga & para sahabatnya utk menonggakkan panji islam diseluruh permukaan bumi yang akhirnya manaungi & menyatukan kami dalam sbuah bingkai ukhuwah persaudaraan.

Saudariku,
Sebutan itu yg akhirnya kupilih, bukan dia, bukan teman, atau mungkin sahabat.
Karena bagiku, sebutan itu akan terus mengikat kita, selamanya, ada atau tanpamu disini. Ikatan yg qta pun tak pernah terpaksa utk terikat, krna ikatan itu tercipta atas anugerah iman dariNya.

“Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya adalah laksana bangunan yang saling menguatkan bagian satu dengan bagian yang lainnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Saudariku,
Aku lupa berapa lama qta saling mengenal, entah semenjak kapan qta saling bercengkrama, dan aku pun lupa kapan terciptanya kehangatan silaturrahim ini.

Yang aku tahu,
kau slalu mencariku ketika kau penat akan sekitarmu,
kau slalu memaksaku utk mendengakan ceritamu akibat sesal akan suatu hal yg tak bersesuaian dgmu,
dan aku slalu kau jadikan korban utk menjadi seseorang yg harus mengerti & memahami akan permasalahanmu.

Hee….
Dan kau lah yg paling tau kapan aku berbohong.
Ya, apa yg aku tuduhkan padamu tadi, itulah yang aku lakukan padamu, saudariku.
Entah sebosan apa dirimu, sekesal apa dirimu atas kelakuanku, tapi yang aku tau engkau tak lelah mengeluarkan rangkaian mutiara kata yang smakin menguatkanku.
Itulah mengapa aku memanggilmu dg sebutan “saudariku”

“Perumpamaan kaum mukmin dalam kasih sayang dan belas kasih serta cinta adalah seperti satu tubuh. Jika satu bagian anggota tubuh sakit maka akan merasa sakit seluruh tubuh dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Saudariku,
Pertemuan qta bukan tanpa sebab. Aku percaya takdir, Allah telah menakdirkanku untuk bertemu denganmu sebagai teman diskusiku, dikala aku harus melalui, mempelajari dan lulus dari bagian pertemuan universitas kehidupanku.

Saudariku,
Ambillah yang baik dariku dan apa yg bisa kau petik dari setiap kejadian yg menimpaku.
Buanglah jauh-jauh keburukan dariku yg telah kau ketahui, dan berdoalah agar apa yg telah qta pelajari brsama, kau mampu mengantisipasinya.

Saudariku,
Perjalanan qta masih panjang, hamparan bumi Allah masih terlampau luas untuk qta tapaki,
samudra biru pun tak mau kalah untuk bisa kita sebrangi.
Mimpi yg telah qta rajut bersama, harapan yg sering qta utarakan,
dan tujuan kelak yg tak luput dari perbincangan, harus tetap menjadi bagian dari azzam qta.

Saudariku,
Ketika Allah mpertemukan qta bukan tanpa sebab, bisa jd perpisahan smntara ini jg bukan tanpa sebab yg Allah takdirkan.
Allah sedang mengatur jalan terbaikmu atas pencapaian mimpimu, dan begitu pun dengan aku.
Yang aku yakini kaulah saudariku yg terlanjur terukir dalam memori kehidupanku.

Saudariku,
Mungkin kata “maaf” tak boleh terucap atau bahkan tak boleh ada dalam kosakata pembicaraan qta.
Karena yang aku tau, stiap ksalahanku, sbelum aku menyadarinya, kau telah memaafkanku lebih dulu.
Itulah mengapa aku memanggilmu dg sebutan “saudariku”

“Tidaklah halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari, mereka bertemu namun saling tidak menghiraukan. Adapun yang lebih baik di antara keduanya adalah siapa yang memulai mengucapkan salam.”
(HR. Al Bukhari dan Muslim)

Tapi kali ini perkenankanlah aku menuliskan kata “maaf”, tidak lain agar hatiku lega dan mampu menegaskan langkahku untuk melanjutkan bagian lain perjalanan hidupku.

“Terima kasih” juga merupakan kata yg tak boleh luput dalam pengucapanku padamu.
Meskipun kata itu layaknya sbutir pasir dihamparan pantai yg tak ada artinya dibandingkan apa yang telah kau berikan padaku.

Saudariku,
Terima kasih atas ketulusan, ukhuwah, dan cinta kasih yang melahirkan akhlak mulia, kedewasaan, serta kepedulian akan kebutuhan saudaranya seiman.

Saudariku,
Sampai bertemu dalam kesuksesan qta kelak. Teriring doa dari saudarimu yg tak memiliki apapun kecuali kebesaran & kemurahan yg slalu dicurahkan oleh TuhanNya, Tuhan qta, Allahurabbi. Serta suri tauladan qta yg snantiasa memuliakan para sahabatnya, Rasulullah Muhammad SAW.

“Jika seseorang mendo’akan saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka Malaikat pun akan mengatakan: (semoga) engkau medapatkan sebagaimana yang engkau do’akan (kepada saudaramu).” (HR. Muslim)

“Tiga perkara yang barangsiapa mendapatinya, dia akan merasakan manisnya iman, yaitu dia mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi daripada kecintaan kepada selain keduanya, dia mencintai saudaranya dan dia tidaklah mencintainya melainkan karena Allah, dia membenci untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana dia membenci untuk dilemparkan ke dalam An Nar.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

“Dan berpeganglah kamu sekalian kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hati-hatimu, dan dengan nikmat Allah-lah kamu menjadi orang-orang yang bersaudara.”
(Ali Imran: 103)

Betapa mahalnya ukhuwah ini, dia tidak bisa ditukar dengan dunia dan seisinya sekalipun. Allah berfirman (artinya): “Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati-hati mereka (kaum mukminin), seandainya kamu membelanjakan dunia dan seisinya, niscaya kamu tidak akan dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah lah yang mempersatukan hati-hati mereka.”
(Al Anfal: 63)

Ya Allah Ya kariim,, satukanlah kami selalu dalam naungan cinta kasihMu, ampunilah dosa-dosa kami, dosa orang tua kami, keluarga kami dan semua saudara muslim, serta kumpulkanlah kami kembali dalam JannahMu yang didalamnya mengalir sungai-sungai, buah-buahan serta istana megah yg merupakan kehidupan abadi kami. Aamiin.

Salam cinta dari saudarimu.

sebuah bekal perjalanan
160712

 

 

dokumentasi: pribadi