siapa pahlawan?

mendefinisikan arti pahlawan ternyata tidak semudah  dengan hanya menengok pada KBBI. bahkan pasca berulangnya perayaan hari pahlawan pada 10 november lalu, media berbicara dengan kata yang berbeda. tanpa tanda jasa-lah, hebat luar biasa-lah, bermanfaat-lah, menginspirasi-lah, dan lain sebagainya. 

pada akhirnya, semua orang bebas mendefinisikan arti pahlawan. tentu dengan berbekal sejarah dan pengalaman yang telah dialami sepanjang kehidupannya di muka bumi. hal ini terbuktikan dengan hasil dari tulisan adik-adik teman seperjuangan. sharing rutin yang tidak biasanya karena tidak disertai dengan tatap muka akhirnya terpaksa digantikan dengan sharing melalui tulisan dengan tema yang simpel, ‘siapakah pahlawan yang menginspirasi dan apa alasannya?’

inilah hasil karya mereka, yang sangat beragam dan luar biasa. 

Pejuang yang menginspirasi saya itu ayah saya sendiri, bukankah definisi pejuang itu setiap orang yang berjuang bukan? Kalau begitu, ayah saya yang paling tepat. Alasannya karena perjuangan beliau lah yang paling terasa buat saya. Bagaimana beliau tidak pernah mengeluh, beliau selalu tersenyum, tidak pernah sekalipun beliau marah, jikalau beliau kecewa ke saya pasti beliau bilang ke ibu dan ibu yang menyampaikan ke saya karena beliau takut membuat saya tersinggung. Beliau rela menyerahkan semua hasil kerja keras beliau ke ibu saya, hingga saat beliau tiada, di dompet beliau hanya ada 2 lembar uang 10 ribu rupiah saja, setelah sehari sebelum beliau tiada, beliau memberikan seluruh gajinya kepada ibu dan saya :’))

Shinta Putri, pejuang cantik jelita yang tangguh luar biasa

 

Jika ditanya siapa yang menginspirasiku, aku bingung mau menyebut nama siapa, banyak.  Setiap orang punya kisahnya masing-masing yang rasanya patut untuk dijadikan teladan. Prof Yunus, aku terinspirasi bukan karena penghargaan tingkat internasional yang diterimanya, tapi karena usahanya untuk mengembangkan perekonomian masyarakat. Melalui microfinance dan microcredit, ia memberdayakan masyarakat miskin agar bisa memiliki usaha mikro untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Versi Indonesianya adalah Bu Tri Mumpuni. Wanita yang berjuang untuk perekonomian masyarakat Indonesia melalui microhidro, yang setiap kami bertemu, beliau pasti menggunakan pakaian yang sangat sederhana. Seperti padi saja, semakin berisi semakin merunduk. 

Pak Yanuar Nugroho adalah seorang ilmuwan yang sangat sukses di Inggris dan memiliki banyak posisi berpengaruh di perusahaan-perusahaan besar. Bu Tara Hidayat, juga orang yang berpengaruh di perusahaan besar di luar negeri. Mereka berdua memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan bergabung di pemerintahan, yang kalau soal gaji dan fasilitas, sangat jauh dari apa yang mereka terima dulu dari perusahaan. Alasannya karena mereka ingin memberikan sesuatu untuk negeri ini. Salutnya lagi, sosok yang berpengaruh ini sangat rendah hati. Beliau tidak membedakan mana mahasiswa mana tangan kanan presiden, semua sama-sama beliau hargai.

Ada lagi Mbak Ayu Kartika Dewi, sosok yang sangat sederhana, jika bertemu di jalan pun orang yang tidak kenal tidak akan menyangka bahwa ia dulunya adalah seorang manager yang bertanggung jawab untuk pasar Asean dan India. Bukan karena jabatan itu aku kagum, tapi justru karena keteguhan hatinya untuk keluar dari jabatan itu. Ia kembali ke Indonesia untuk mengajar di Halmahera sebagai Pengajar Muda, Indonesia Mengajar selama satu tahun. Kesederhanaannya, ketulusannya, dan komitmennya untuk berbakti kepada negeri, itulah yang membuatku terinspirasi. Dia kemudian mendapatkan beasiswa fullbright untuk S.2 MBA di Amerika tahun depan dan berkomitmen untuk membantu usaha-usaha mikro sepulang dari sana.

Ada lagi bang Ardhy Nugrahanto Wokas. Pertama kali kami berkenalan, pria kelahiran 1988 ini memperkenalkan diri sebagai lulusan dokter gigi di salah satu universitas di Jogja. Benar memang. Namun, ternyata, semakin lama kenal, aku jadi tahu bahwa dia ternyata sudah lulus S.2 di Cambridge University. Lagi, bukan karena sekolahnya aku kagum, tapi karena apa yang telah dia lakukan. Dokter yang seharusnya bisa mendapatkan gaji besar setelah lulus S.2 ini justru memutuskan untuk kembali ke Maluku. Ia membangun kembali sebuah puskesmas yang menjadi kandang kambing karena peralatannya sudah dibawa lari oleh bidan desa untuk membuka praktek pribadi di rumah masing-masing. Ia benar-benar mulai dari membersihkan kotoran kambing, merenovasi puskesmas, dan membangun manajemennya. Hingga puskesmas itu bangkit, barulah ia pergi. Dia sekarang berada di Manchester untuk menempuh pendidikan S.3.  Lebih salut lagi, ia tetap bercita-cita kembali ke Maluku setelah menyelesaikan pendidikannya itu.

Ada lagi kak Leonardo Kamilius. Lulusan terbaik akutansi UI yang pada tahun itu menjadi satu-satunya yang diterima kerja di McKinsey & Co. Masuk ke McKinsey adalah impian banyak orang. Prestige, Salary, Scholarship untuk ke Harvard dan universitas2 terbaik lainnya, serta banyak lagi. Satu tahun pertama bekerja, ia langsung mendapatkan promosi. Bukan karena itu aku kagum, tapi karena di tahun kedua ia keluar dari McKinsey dan membuka sebuah yayasan bernama koperasi kasih Indonesia. Sama seperti prof Yunus, yayasan ini memberikan bantuan microfinancing bagi masyarakat miskin untuk membuat bisnisnya. 

Masih banyak lagi orang-orang yang berani membuat keputusan-keputusan seperti orang yang namanya kusebut diatas. Orang-orang yang yakin bahwa hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi untuk membawa manfaat sebanyak-banyaknya serta membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.

Juwairiyah, pejuang visioner yang ingin selalu berkarya

 

Mungkin setiap orang memiliki panutan masing-masing di dalam hidupnya, panutan yang dijadikan pahlawan, bahkan mungkin sosok tersebut dijadikan tolak ukur bagi masing-masing orang tersebut. terlepas dari itu, saya juga memiliki sosok pahalawan sendiri, sesosok laki-laki gagah yang sudah sejak ada di sekitar hidup saya dari masih belum apa-apa hingga seperti saat ini. Bapak. Sosok gagah yang sangat baik menurut saya. Dalam ingatan saya beliau selalu menjadi pahlawan bagi anak perempuannya, beliau adalah mentor hidup paling hebat. Dari tangan beliau, saya bisa menjadi sehebat ini sekarang, tanpa beliau mungkin saya tidak ada apa-apanya.

Beliau adalah laki-laki multitasking, beliau jago masak, guru matematika terhebat, bahkan seorang komentator sepakbola tercerewet. Ya, dari perjalanan hidupnya yang sangat menginspirasi buat saya. Beliau laki-laki hebat yang mampu bertahan hidup sendiri setelah menjadi yatim piatu diusianya yang masih balita. Ikut di keluarga orang bertahan hidup hingga bertemu dengan jodohnya, ibu saya.

Bapak yang hingga detik inipun tidak pernah berkata keras kepada anak-anaknya, karena katanya meskipun dari kecil hidup bapak dibentak-bentak orang tapi bapak tidak akan pernah berlaku sama kepada anak-anak bapak, karena itu sakit nak. ya, diusianya yang masih kecil, dia harus bekerja menghidupi dirinya sendiri, berganti tempat dari keluarga satu ke keluarga yang lain.

Bapak juga selalu menekankan kejujuran untuk hidup anak-anaknya, itu salah satu kunci utama sukses kata beliau. Bapak adalah kebanggaan, panutan, dan idola terhebat di mata saya.

Retno Ayu K, Pejuang penuh semangat nan ayu.

 

ya, inilah cara kami untuk mengenang hari pahlawan. mengenang berarti mengingatkan kami pada sosok-sosok hebat yang memberikan efek luar biasa pada ekosistem kehidupannya.

karena ternyata, setiap orang dapat menjadi pahlawan, dimanapun, kapanpun dan bagi siapapun. .