sampai bertemu di sampai kita

Assalamu’alaykum wahai saudariku cantik calon bidadari surga.

Bagaimana harimu? Ceritamu? Mimpimu?

Harimu akan selalu indah. Pergilah keluar. Tinggalkan rumah dengan langkah pelan, ringan, dan pasti. Tentukan arahmu. Bekalkan dengan petamu, sedikit buah dan minuman penghilang dahaga. Mulailah dengan bismillah. Pun dengan izin orang tuamu. Dengannya Allah kan selalu menjagamu, maka jagalah niatmu. Berjalanlah terus menuju sampaimu.

Penat cantik? Lelahkah? Jangan menangis cantik. Berhentilah. Istirahatlah sejenak. Temui rindangnya dan mohonlah izin berteduh sebentar. Atur nafas sengalmu dan sapulah peluhmu.

Sembari menunggu pulihmu, ambil satu dua detik, renungkan. Bagaimana perjalananmu? Berapa jauh kamu telah berjalan? Apa yang kau rasakan? Apa yang kau temui?

Apa yang sebenarnya kamu lakukan?

Apakah kamu hanya sekedar berjalan?

Tidak cantik, tidak hanya sekedar berjalan. Tidak hanya sekedar menapakkan kaki satu-satu menuju sampai.

What you realize is you are walking through the days. But what actually you do is…creating memories. You build your stories.

Maka, bagaimana ceritamu? Hebat? Masya Allah.

Kalau ceritamu hebat, maka mungkin ada aku didalamnya hehehehe. I might be part of your story dear. Us. Ours.

And as we believe, there’s no such thing like coincidence. Allah menginginkan aku bertemu denganmu. Karena aku pun berjalan. Dan persimpanganmu ternyata menyentuh persimpanganku.

Bagaimana ceritaku? Tentu juga hebat. Iya, karena kamu ada di dalamnya.

Terimakasih atas segala ceritamu, pun untuk mendengarkan ceritaku. Terimakasih atas segala canda yang melupakanku akan lelahku. Terimakasih untuk tepukan keras di bahu. Terimakasih untuk usapan halus menyeka peluh dan atau apapun tetesan yang jatuh di pipiku. Terimakasih telah menjadi bidadari, bidadari yang Allah kirim untuk memapahku kembali menuju jalanNya. Bidadari yang Allah hadirkan untuk menjellaskan, aku tidak berjalan sendiri. Bukan hanya aku yang berjalan di bumi-Nya. Bukan hanya aku yang berjalan menuju sampaiku. Terimakasih telah menjadi bidadari yang Allah antarkan untuk membantuku membaca peta membingungkan yang mungkin telah usang, buram, atau bahkan hilang. Tujuan kita sama cantik, hanya jalan kita yang mungkin berbeda.

Dan dalam menuju sampai, kita akan menjadi bintang-bintang, bunga-bunga. Allah telah menyediakannya, kitalah yang menentukan untuk mengambilnya, sekedar mengaguminya, atau bahkan melewati dan mengabaikannya.

Maka pasanglah telinga baik-baik, amati gerak bibirnya. Karena sesungguhnya mereka bicara. Bintang-bintang dan bunga-bunga Allah bicara. Adakah kita mendengarkan?

Darinya perjalanan ini semakin ringan menyenangkan. Mereka berisik, maka kita tidak akan merasa kesepian. Walaupun gelap, dingin, panas, apapun.

Cantik, Allah tidak pernah menjamin hidup kita akan baik-baik saja tanpa gelap, dingin, panas, apapun. Satu yang Allah janjikan, bahwa kita tidak akan melewati itu semua sendirian. Allah bersama kita, pun dengan bintang-bintang dan bunga-bunganya. Maka sekali lagi, dengarkanlah.

Hei cantik, pasang telingamu lebih tajam. Tarik terus hingga caplang. Hingga melebar. Dengarkah? Dengarkah?

Itu ringkikan kuda hei cantik. Dia mendekat, mendekat. Maka cahaya putih keemasan pelan menyentuh wajahmu. Jangan  takut, bukalah matamu perlahan.

Sudahkah kau lihat? A prince with a white horse is coming!! Ajieeee kikikikikikiuuwww…

Dear cantik, tersenyumlah, sambutlah uluran tangannya. Naiklah bersama kuda putihnya.

Tidak cantik, perjalananmu belum berakhir. Ini bukan sampaimu.

Ini bukan sampaimu.

Hanya saja, mungkin dari titik ini perjalananmu akan terasa lebiiiih ringan dan menyenangkan. Petamu? Serahkan padanya. Tidak, bukan dia yang akan menyelesaikan perjalananmu. Tapi dialah yang akan menuntunmu. Dia yang akan melindungimu menuju sampaimu. Dengarkan, menurutlah. Dan jangan lupa cantik, janji apa yang kau tawarkan untuk berada di kudanya? Penuhilah.

Satu hal cantik, dia hanya pangeran, kaulah yang bidadari. Senyummu adalah serbuk ajaib yang mampu menklukkan lelahnya, marahnya, kecewanya, cieee. Jangan nakal ya cantik. Baik-baik melangkah bersamanya. Tumbuhkanlah bidadari-bidadari lain yang seribu kali lebih cantik darimu.

Ah sudah cantik, i have no more things to say about the story of an angel and a prince on a white horse. I haven’t met mine ‘tho, fiuhhh curhat.

Okay cantiiiikk, baik-baik ya kamu. Dont forget me, dont forget us. Dont forget liqo-yang-kebanyakan- sesi-curhatnya-dibanding-materi ini ya hehehehehehe. I love you cantik. I love you cz Allah. Semoga kamu segera menemukan pengeranmu ya cantik, as soon as ASAP. Kalo udah, then give us a dozen super cute nephews or nieces yaa hahaa. Semoga Allah selalu merahmati perjalananmu. Semoga Allah tidak akan pernah tega membiarkan kita berjalan sendiri. Semoga Allah mempertajam indera kita agar senantiasa mampu melihat keagungan-Nya, mendengar panggilan sayang-Nya, merasakan belai lembut kasih Nya.

Terimakasih cantik.

Terimakasih untuk hadir.

Sampai bertemu sampaimu. Sampai bertemu sampai kita.

Image

Otong, Hani Fati Zatalini
040913

Kita ngaku kembaran, tapi kelakuan bertolak belakang. Cuma cara mikir yang gak jauh beda, sama sama ngaco dan sok sok an.
Genap 24 tahun 9 september lalu. Single. Menunggu jemputan pangeran berkuda putih. Kriteria: Orang jawa. Pake kacamata. Tinggi. Kelakuan mirip gue versi lelaki, soalnya gue udah dapet lelaki versi dia. hahaha